Bebas

Showing posts with label Bebas. Show all posts
Showing posts with label Bebas. Show all posts

Sunday, 30 October 2016

”TUA-TUA KELADI”



                Satu, dua
                Tiga & empat adalah pilihan
                Itulah hak pejantan
                Tertulis rapi
                Indah pada lampiran suci

Huruf demi huruf
Kalam demi kalam
Tercipta untuk kita
Sebagai pedamping di surga

                Perawan, janda
                Salah satu diantaranya
                Ataupun kedua-duanya
                Menjadi keistimewaan seorang pria

Tidak ada yang salah
Karena cinta itu indah
Wanita harus pasrah
Di tengah-tengah Qona’ah

                Because, This is Love
                               This is Life
                And         This is not Thief


Penulis: MUHAMAD JAMALUDDIN (EKONOMI SYARIAH 2016)

Thursday, 27 October 2016

Rintik Harapan


Aku termenung memandang langit bergemuruh
Tersenyum tipis sedekit menepis
Ku rasakan tetes air menyentuh kulitku
Dingin merasuk ke jiwa
Tak kusadari pakaianku basah karenanya

Aku terdiam memandang langit menangis
Kakiku tak dapat ku gerakkan
Lutut mencium bumi tak berdiri
Terjatuh, kemudian mengalir layaknya air hujan

Ribuan harapan dia ulurkan padaku
Menepis rindu kemudian pergi
Aku sia siakan rasa pada tempat yang tak seharusnya
Ku beri cinta pada hati yang salah
Biarkan ia mengalir bersama hujan dalam sukma gemuruh rasa

by: S.K (Psi 2015)

Monday, 24 October 2016

Teringat Kekasih



Apakah karena teringat kekasih yang berada di daerah Dzis Salam.
Lantas kau cucurkan air mata yang penuh darah?
Ataukah karena angin yang berhembus dari arah Kadzimah?
Ataukah karena teringat kilat dalam gelap malam lembah Idzam?

Kalau tidak, kenapa kedua matamu tetap mengalir yang mestinya kau mampu menahannya.
Dan kenapa hatimu tetap gundah padahal kau mampu menentramkannya.
Adakah seorang yang kasmaran menyangka bisa menyembunyikan cintanya?
Sedangkan air matanya masih bercucuran dan hatinya masih terbakar api cinta?

Friday, 21 October 2016

MULUTMU ADALAH SENJATA BAGIMU


Allah menciptakan anggota tubuh kita sesuai fungsinya masing-masing. Seperti Mata untuk melihat ciptaan-Nya, Telinga untuk mendengarkan lantunan ayat-ayat suci, dan Mulut untuk berkata yang baik.

Sebagaimana  Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6475 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 74 meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda.

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam”

Karena Allah paling membenci dan tidak akan memaafkan hambanya yang menyalah gunakan ciptaan-Nya untuk menyakiti sesama hamba-Nya.

"Hablum minnan Nass, waa Hablum minnallah."

"Maka Beristighfarlah"

Penulis : MUHAMAD JAMALUDDIN (Ekonomi Syariah 2016)

Wednesday, 19 October 2016

Bertahan


Termenung dalam barisan rindu
Tersenyum pada dedaunan yang berbaris di seberang jendela pagi
Sekejap melambai ke arah ku
Berusaha terlatih dalam sesaknya nafas
Terengah, menghirup zat-zat kimia
Menggerogoti jiwa nan lemah
Lunglai, kemudian merangkak
Berharap
Bertahan dalam kerinduan segar kehidupan
Berharap pelangi warna warni hidup
Helaian rambut melambai
Pergi perlahan meninggalkan mahkota
Tersenyum, butiran rindu menghunus patri
Sesak, diam tak bersua
Menanti senyawa kembali pada raga
Berharap senyawa meninggalkanku
Untuk selamanya

by: S.K (Psi 2015)

Sunday, 16 October 2016

INDONESIA BANGKIT BERSAMA MAHASISWA


"Diam, Bergerak dan Mematikan"
Itulah Mahasiswa
Insan yang penuh Jiwa dan Raga, berkorban dengan penuh suka cita, demi kebaikan agama, nusa dan bangsa.
Karena berasaskan sumpah pemuda, yang bangkit ketika mendengar sumpah palapa dari aktor bangsa indonesia "Gajah Mada" itulah namanya yang menggelorakan bumi Nusantara dengan sekali kata dan sekali jangka untuk mendongkrak semangat juang dalam menyatukan Indonesia tercinta kita.

Gagah, Beerani & Tegas
Jujur, Beriman & Lugas
Setia, Adil & Tangkas

Indonesia butuh mahasiswa berjiwa "Gajah Mada" agar bisa bangkit dari dari Kolonialisme, Imperialisme & Criminalisme.


#Bangkitlah_Indonesia

Penulis : MUHAMAD JAMALUDDIN (Ekonomi Syariah 2016)

Saturday, 15 October 2016

Apa Tujuanmu?


Selamat malam, selamat siang, selamat pagi  ^_^ para pembaca blogger setia Ikamasda. ah iya selamat sore juga.

Awan mendung kembali menggumpal pada titik jenuh yang hampir tumpah pada bumi yang mulai kering.
Mengenai hari ini apa saja yang sudah kalian lakukan ?
Sudahkan kalian berbuat baik hari ini?
Sudah tepatkah apa yang kalian lakukan hari ini?
Sudah benarkan keputusan-keputusan yang telah kalian ambil hari ini?
Sudahkah kalian menyapa Tuhanmu hari ini?
Sudahkah kalian bersyukur hari ini?

Hai kamu yang mengaku sebagai mahasiswa sudah tahukah kamu apa tujuanmu disini? Sudah seberapa jauhkah usahamu dalam mencapai tujuanmu?. Empat tahun bukanlah waktu yang singkat, sudah benarkah pilihanmu. Jika kamu belum tahu apa tujuanmu disini lalu apa yang ingin kamu tunjukkan dari dirimu? Sedang dirimu berdiri untuk mendapatkan sebuah pengakuan.  Lalu waktu empat tahun kamu sia-siakan begitu saja, bukan hanya waktu yang kamu buang, namun peluh keringat yang setiap hari menetes untuk menghidupimu? Tak ingatkah dirimu pada sosok yang selalu mengharapkan kehadiranmu dengan mahkota yang benar-benar layak kamu pakai? 

Kamu mengaku sebagai generasi penerus bangsa yang mengharapkan sebuah perubahan besar dalam Negerimu, tapi apa yang sudah kamu lakukan untuk bangsamu ini? Ah kamu yang berpikir “sudahlah ikuti saja arusnya seperti hembusan angin dan biarkan mengalir seperti air”. Heyyy!!! coba kamu pikir akhir dari air yang kamu inginkan itu dimana? Muara air apa yang kamu inginkan? Bisa saja jika kamu terlalu mengikuti arusmu kamu akan berakhir di air selokan atau air comberan, untuk mencapai tujuanmu kamu harus berusaha bukan hanya berpasrah diri, untuk mencapai samudera yang begitu luasnya tidak dengan mudah kamu dapatkan begitu saja, ada perjuangan disana, ada nahkoda yang handal disana agar mampu melewati arus kecil hingga gelombang besar yang mampu mengolengkan perahumu.

Karena kita bertanggung jawab untuk memajukan Bangsa dan Negeri ini, maka Kembalilah !
Kembalilah pada jalan yang kamu inginkan!
Temukan tujuanmu, buatlah rancangan masa depan yang kamu mimpikan!!
Manfaatkan waktumu dengan sebaik-baiknya kemudian jemputlah mimpimu karena kamu benar-benar layak mendapatkannya. Bangkitlah, berdirilah, melangkahlah, berlarilah, jemputlah mimpi kecilmu untuk membangun Negerimu!!. 

Hidup ini adalah proses, jangan pernah menyerah, jalani hidupmu sampai akhir agar kamu tahu bagaimana kehidupan akan memberimu!!

Jangan pernah berpikir untuk merubah orang lain, tapi rubahlah dirimu sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan pernah bermimpi dengan perubahan tapi rubahlah dirimu agar mimpi menjemputmu!

Jangan hanya berangan namun lakukan hal kecil yang kamu mampu!   
Tidak ada alasan untuk tidak berkembang, berdirilah, bangkitlah, genggamlah dunia, wujudkan mimpimu dan peluklah akhiratmu!
 
Berhati-hatilah Anda dengan pikiran Anda karena pikiran Anda menentukan perkataan Anda, berhati-hatilah Anda dengan perkataan Anda karena perkataan Anda menentukan perilaku Anda, berhati-hatilah dengan perilaku Anda karena perilaku Anda menentukan karakter Anda, berhati-hatilah dengan karakter Anda karena karakter Anda menentukan nasib Anda.

by: Sayyidah Khalifah (Psikologi 2015)

Thursday, 13 October 2016

FAKTA ATAU DUSTA????


"Cinta berawal dari kesamaan dan akan kekal dengan perbedaan"

Petuah kata Raja Sulaiman itulah hal yang bisa aku curahkan, kenapa semua itu berubah seketika????.. Hanya karena foto? suatu hal kejadian?? semua itu engkau masukan dalam hati.?. Maafkan aku!! karena semua itu hanya salah paham, engkau berhak cemburu atas ini, tapi maafkan aku juga atas semua ini. aku dan dia tak ada apa-apa, kita hanya sebagai teman. dan selagi maafkan aku jika semua ini memang mengganjal dihatimu.


Tapiiii...................................

semua itu berubah malam ini (13-10-2016) pukul 22.00 WIB, ketenangan ku dapat dalam malam ini. Malam yang bahagia dan seru kami lalui bersama mereka, dengan penuh fakta tanpa sebuah kebohongan diantara kita. aku tahu keaslian mu dan semua ini. 

FAKTA ATAU DUSTA??????????????????????????????

 

Penulis: MUHAMAD JAMALUDDIN (EKONOMI SYARIAH 2016)

Lantas Apa Bedanya?



Belajar adalah sebuah proses yang dilakukan oleh kaum terpelajar, salah satunya adalah Mahasiswa. Seperti yang kita ketahui bahwa Mahasiswa adalah pelajar dengan kedudukan tertinggi. Dia menyandang nama Maha, yang artinya dia dituntut menjadi agent of change, orang yang akan membawa perubahan masa kini dan yang akan datang.

Mahasiswa mempunyai markas besar yang bernama Kampus. Tempat yang tentunya akan ditemukan berbagai macam model Mahasiswa. Disini bukan tempatnya membandingkan rupa dan sebagainya. Tapi, yang membedakan adalah perilaku yang tampak. Ada Mahasiswa yang berpengaruh di lingkungannya, misal pengurus organisasi intra maupun ekstra. Ada yang sering muncul di depan dengan kelihaian retorikanya. Ada Mahasiswa yang sangat pandai di bidang akademis. Bahkan ada Mahasiswa yang tidak diketahui keberadaanya. Entah kemana dan dari mana dia berasal.

Tapi, ada fenomena yang terjadi di kehidupan Mahasiswa-mahasiswa tersebut. Ada Mahasiswa yang berpengaruh di lingkungannya tidak melakukan hal yang membawa manfaat kepada Mahasiswa lain yang ada dibawahnya. Mereka seakan tak mengetahui apa peran mereka sebagai wakil dari yang lain. Seakan-akan hanya numpang sederet nama di deretan kasta tertinggi. Namun, mereka tak melakukan apa-apa. Lantas apa bedanya dengan Mahasiswa yang tidak diketahui keberadaannya?

Ada Mahasiswa populer yang sering terlihat di garda depan dengan kelihaian retorikanya, tapi setiap kalimat yang keluar dari mulutnya hanya omong kosong belaka. Kosong tak bermakna. Ajakan yang tidak pernah dilakukan. Kalimat tanpa arah dan tujuan yang jelas. Lantas apa bedanya dengan Mahasiswa yang tidak diketahui keberadaannya?

Ada pula Mahasiswa yang pandai di bidang akademis. Semua nilai hampir sempurna. Tapi apa gunanya jika dia tidak memanfaatkan ilmunya untuk mencerdaskan teman seperjuangannya? Apa gunanya dia menyimpan erat ilmu dan tidak membagikannya dengan Mahasiswa yang juga membutuhkannya? Lantas apa bedanya dengan Mahasiswa yang tidak diketahui keberadaannya?

Bagaimana dengan Mahasiswa yang tidak diketahui keberadaannya, namun sebenarnya dia telah melakukan banyak hal untuk temannya, keluarganya, dan masyarakat? Lantas apa bedanya? Kepopuleran bukanlah patokan untuk menilai seorang Mahasiswa, tapi manfaat apa yang bisa dia berikan kepada orang lain sebagai penerus bangsa yang akan membawa perubahan.

Tulisan ini tidak hanya sebuah kritikan, tapi ini adalah batas agar Mahasiswa tidak melenceng dari jalan yang benar.  Ketika Mahasiswa belum bisa melakukan hal yang besar, maka lakukanlah hal yang sesuai dengan peran masing-masing Mahasiswa. Buatlah diri ini (Mahasiswa) menjadi orang yang bermanfaat untuk sesama.

Wednesday, 12 October 2016

Proses atau Hasil


Lelah...?
Bosan...?
Kesal...?
Berapa lama waktumu menjalani semua proses..
Proses perkuliahanmu? Proses keseharianmu? Menuntut ilmu? Atau mencari jati diri?

Untuk apa kau pergunakan waktumu?
Tidak sekali dua kali bukan kau merasa terjatuh, bahkan mungkin karena terlalu seringnya kau terjatuh, kau tak pernah menyadari dimana dikau sekarang berada...
Setiap hari, setiap detik, bahkan setiap waktu kau menjalani semua proses dalam cerita kehidupanmu.
Cerita menjadi seorang santriwan santriwati atau Mahasiswa Mahasiswi, tak sedikit luka serta air mata mengiringi...

Masih nyata terngiang dalam ingatan, ketika menjalani proses masa santri. Bangun di pagi buta dan berlarian berdesakan mendapat antrian mandi paling terdepan. Hingga terlelap menjelang dini hari disaat mereka yang diluar sana telah terlelap lebih dahulu.
Namun, tidak ada yang sia-sia dalam proses.
Bertahun-tahun di penjara suci akhirnya berakhir. Semua masa itu akan tetap terkenang dalam ingatan, bahkan terpendam dalam alam bawah sadar.
Hingga kini proses menjadi mahasiswa ataupun Mahasantri.

Kesibukan seperti apa yang menemanimu?
Banyaknya organisasi? Banyaknya masalah? Banyaknya tugas? Makalah? Atau.....
Hingga yang ada hanyalah rintihan keluhan.
Apakah cukup sampai disini, apakah kamu akan memilih kisahmu berakhir saat ini juga, di tempat ini?
Lantas, mana negeri impianmu... mana kisah impianmu... mana cerita impianmu...

Hanya kau biarkan musnah begitu saja, dengan percuma.
Jangan biarkan kata percuma hadir dalam kehidupanmu, ceritamu tidak berakhir disini... puaskah dikau jika harus bemula di kota Lamongan dan berakhir di kota Pahlawan ini...
Kota mana.. negara manakah yang ingin menjadi pijakan kakimu.

Kisah seperti apa yang kau dambakan, dimana kamu ingin berakhir dan seragam apa yang kau dambakan...
Berseragam serba putih? Atau coklat ?atau ber jas dan berdasi?
Tentukan! Dan Dapatkan..
Raih apa yg ingin kamu raih,
Genggam apa yang ingin kamu genggam
Hidupmu, masa depanmu..
Buatlah kisahmu berakhir dengan indah.
Dan tetap yakini bahwasanya tidak akan ada hasil yang mengkhianati suatu proses.
Sepahit apapun itu...

Monday, 10 October 2016

Tragedi Pagi


Hujan di pagi hari, duduk di depan TV sambil minum kopi. Nikmat sekali.. Tiba-tiba admin teringat sesuatu yang mengganjal dalam hati. Sesuatu yang sangat sering bahkan lumrah terjadi. Peristiwa itu sangat tersohor di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi. Tentunya mahasiswa/mahasiswi UINSA sendiri yang sering mengalami.

Peristiwa itu bisa di temui pada hari senin sampai kamis pagi. Kira-kira waktunya pukul setengah delapan lebih. Disana ada terowongan kecil, jalan masuk antara kampus dan kampung pribumi. Bahkan ada yang menamakannya lorong hidup dan mati. Mungkin itu terlihat aneh bagi yang tak mengerti, tapi tawa kecil terdengar dari mereka yang tahu bahwa itu memang terjadi.

Hihihi.. Admin tak mampu menahan tawa lagi. Langsung saja masuk ke inti dari cerita ini. Mahasiswa baru (MaBa) masuk kuliah jam 6 pagi. Mereka mendapat materi 2 bahasa yang silih berganti. Bahasa Arab dan Inggris yang dipelajari. Mereka wajib mengikuti, karena sertifikat keduanya adalah syarat mengajukan skripsi nanti. Materi tersebut biasanya selesai pukul setengah 8 pagi, bisa kurang bisa lebih.

Disisi lain ada mahasiswa lama yang juga di sebut maba, Mahasiswa Basi. Mereka masuk kuliah pukul 7.45 lebih sedikit. Mereka yang kost di kampung pribumi akan melewati lorong yang admin sebut tadi. Disinilah muncul sebuah tragedi. Mahasiswa basi yang masuk pagi akan melawan mahasiswa baru yang perutnya belum terisi. Mereka saling berebut melewati lorong hidup dan mati. Dan apa yang terjadi? Berdesak-desakan dan kadang mulut mencaci maki. Siapa dulu siapa menang tak ada yang perduli. "Yang penting bisa melewati lorong ini" benak dalam hati. Antrian panjang di kedua sisi seperti rentetan bis yang baris di terminal bungurasih. Hihihi. Panjaaaang sekali. Belum lagi hujan dan genangan air mengelilingi. Hihihi. Apa yang terjadi? Pikir saja sendiri. Admin mau meneruskan minum kopi hangat yang tersaji sejak tadi. :D

By:Admin.

Sunday, 9 October 2016

PERPUSTAKAAN


"PERPUSTAKAAN"

Hidup adalah sebuh pilihan
Susah-senang merupakan jaminan
Bisa seperti anies baswedan
Ataupun gayus tambunan
Menteri pendidikan-buronan itulah ganjaran
Pensiun dini-bali ialah tujuan
Yang terpenting, sebuah jalan
Yakni jalan kebenaran
Karena zaman kita, bukan zaman edan
Toyota-sedan
Sudah banyak berkeliaran
Di kehidupan penuh chatt-an
Sumber bacaan telah berserakan
Sudikah gerangan singgah dikerajaan???!!
Apakah itu pertanyaan?
Ajakan?
Atau bahkan masukan?
Entahlahh....
karena kerajaan itu telah ditelan zaman.


Penulis: MUHAMAD JAMALUDDIN (EKONOMI SYARIAH 2016)

Sunday, 2 October 2016

Rintih Perih Pejuang Skripsi


Malam hening selepas hujan memanggil simpanan memori
Berjalan melewati lorong sempit di pagi hari
Lorong yang tak asing lagi
Mereka menyebutnya pintu hidup dan mati

Hari demi hari mulai berganti
Tak terasa semua telah ku lalui
Melewati materi pagi hingga pagi
Pikiran kosong kembali terisi

Masa yang kiranya pasti terjadi
Pejuang yang tertidur menikmati hari kini terbangun lagi
Keadaan memang seperti ini
Semua yang datang ada saatnya untuk pergi

Buku yang terbuka kini akan tertutup rapi
Bukan maksud mengakhiri
Bukan pula bosan, jenuh, dan melarikan diri
Tapi inilah misi demi kedamaian hati

Rintih Perih Pejuang Skripsi.

Es Teh Susu Jahe


"ES TEH SUSU JAHE"


Coklat kelabu
Warnamu
Berderam di bawah langit biru
Kuangkat secawan untuk dikau
Dengan mengharap inspirasi darimu
Ohh Tehku
Ohh Jaheku
Ohhhhhhh Susuku....
Upppsss, entah apa maksudkuu??
Aq linglung tertelan waktu
Tak sadar waktu setengah satu
Aku tak tahu arti semua itu
Sejenak ku berseruu....
Heyy..... Engkau...
Iyaaa... Dikau...
Sudikah kita tuk metuu...
Dari angkringan 57 maju....


Penulis: Muhamad Jamaluddin (Ekonomi Syariah 2016)